Proses pencernaan pakan pada ternak ruminansia terdiri dari. 1. .. Pencernaan ternak non ruminansia Journal of Animal Science The result indicated that addition of Mn, Cu, or Mn+Cu did not significantly influence Pada ruminansia, mikronutrien dibutuhkan oleh hewan inang maupun mikroba rumen untuk dan trace mineral di dalam saluran pencernaan ternak. Jurnal Ilmu Ternak dan Veleriner 3 (2): BW). Combination of protected protein and energy did not affect animal ability to digest the nutrient effectively. A ruminansia, . protein tersebut dapat dicerna pada saluran pencernaan.

Author: Malalmaran Zusida
Country: Turkey
Language: English (Spanish)
Genre: Business
Published (Last): 19 May 2015
Pages: 90
PDF File Size: 6.26 Mb
ePub File Size: 14.30 Mb
ISBN: 385-3-15897-805-3
Downloads: 75636
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Zolole

Sedangkan salah satu pengaruh faktor genetik adalah alat-alat pencernaanya.

Pencernaan adalah rangkaian proses perubahan fisik dan kimia dari pakan, selama berada di dalam alat pencernaan. Proses pencernaan makanan pada ternak ruminansia relatif lebih kompleks, dibandingkan proses pencernaan pada jenis ternak lainnya.

Proses pencernaan pakan pada ternak ruminansia terdiri dari 1. Pencernaan Mekanis, dilakukan di dalam mulut. Pencernaan Fermentatif, dilakukan oleh mikroba daalam rumen. Pencernaan Hidrolisis, dilakukan oleh enzim-enzim pencernaan Proses pengolahan pakan dilakukan dengan cara memamah biak ruminasi. Pakan berserat hijauan akan disimpan sementara di dalam rumen. Pada nnon hewan beristirahat, pakan 1 akan ditarik kembali ke mulut proses regurgitasi ,untuk dikunyah proses remastikasi.

Selanjutnya pakan akan ditelan proses redeglutasi. Di dalam perut, pakan akan diolah di 4 kompartemen perut, yaitu: Alat pencernaan sapi iniberkembang dalam 3 fase sesuai dengan umur sapi yaitu: Fase ini terjadi pada pedet yang baru ruminansla.

Oleh sebab itu, pada fase ini Nutrisi didapat hanya dari susu yang berasal dari induknya. Proses pengolahanya pun langsung ke omasum tanpa melewati rumenmelalui suatu saluran yang disebut esophagial groove. Saluran ini menghubungkan esophagus dan reticular omasal orifice. Fase ini terjadi pada pedet yang telah berusia 2 minggu.

jurnal pencernaan non ruminansia pdf

Pada usia ini pedet akan mulai belajar memakan pakan kasar hijauan. Secara bertahap rumen juga berkembang, lebih cepat dari pada kompartemen perut yang lain. Pada fase ini pula mikroba mulai dan rumen mulai berfungsi sebagai tempat fermentasi karbohidrat. Fase ini terjadi pada pedet yang telah berumur 6 minggu. Kemudian pakan akan bercampur dengan saliva air liuryang disekresikan oleh 3 pasang glandula saliva, yaitu glandula parotid yang terletak di depan telinga, glandula submandibularis sumbaxillaris yang terletak pada rahang bawah, dan glandula sublingualis yang terletak dibawah lidah.

Saliva pada sapi juga mengandung urea, fosfor Pdan natrium Na yang dapat dimanfaatkan oleh mikroba rumen. Tetapi Saliva pada sapi tidak mengandung enzim -amilase yang dapat membantu proses pencernaan. Fungsi saliva adalah untuk: Membasahi pakan agar mudah ditelan 2.

Menjaga pH rumen agar tidak naik atau turun terlalu tajam, hal ini terjadi karena saliva memiliki sifat buffer penyangga dari bikarbinat yang terkandung didalamnya. Gigi seri Insisivus memiliki bentuk untuk menjepit makanan berupa tetumbuhan seperli rumput.

Geraham belakang Molare memiliki bentuk datar dan lobar.

Rahang dapat bergerak menyamping untuk menggiling makanan. Pola sistem pencernaan pada hewan umumnya sama dengan manusia, rumibansia terdiri atas mulut, faring, esofagus, lambung, dan usus. Namun demikian, struktur alat pencernaan kadangkadang berbeda antara hewan yang satu dengan hewan yang lain.

Sapi, misalnya, mempunyai susunan gigi sebagai berikut: Jika dibandingkan dengan kuda, faring pada sapi lebih pendek.

  CISCO CCNA DATA CENTER 640-916 DCICT PDF

Esofagus kerongkongan pada sapi sangat pendek dan lebar serta lebih mampu berdilatasi mernbesar. Esofagus berdinding tipis dan panjangnya bervariasi diperkirakan sekitar 5 cm. Lambung mempunyai peranan penting untuk jurhal makanan sementara yang akan dimamah kembali kedua kah. Selain itu, pada lambung juga terjadi proses pembusukan dan peragian. Pembagian ini terlihat dari bentuk gentingan pada saat otot sfinkter berkontraksi. Ruminaneia dari kerongkongan akan masuk rumen yang berfungsi sebagai gudang sementara bagi makanan yang tertelan.

Di rumen terjadi pencernaan protein, polisakarida, dan fermentasi selulosa oleh enzim selulase yang dihasilkan oleh bakteri dan jenis protozoa tertentu. Dari rumen, makanan akan diteruskan ke retikulum dan di tempat ini makanan akan dibentuk menjadi gumpalan-gumpalan yang masih kasar disebut bolus.

Bolus akan dimuntahkan kembali ke mulut untuk dimamah kedua kali. Dari mulut makanan akan ditelan kembali untuk diteruskan ke ornasum. Pada omasum terdapat kelenjar yang memproduksi enzim yang akan bercampur dengan bolus.

Akhirnya bolus akan diteruskan ke abomasum, yaitu perut yang sebenarnya dan di tempat ini masih terjadi proses pencernaan bolus secara kimiawi oleh enzim. Selulase yang dihasilkan oleh mikroba bakteri dan protozoa akan merombak selulosa menjadi asam lemak. Akan tetapi, bakteri tidak tahan hidup di abomasum karena pH yang sangat rendah, akibatnya bakteri ini akan mati, namun dapat dicernakan ryminansia menjadi sumber protein bagi hewan pemamah biak.

Dengan demikian, hewan ini tidak memerlukan asam amino esensial seperti pada manusia. Hewan seperti kuda, kelinci, dan marmut tidak mempunyai struktur lambung seperti pada sapi untuk iurnal seluIosa. Proses fermentasi atau pembusukan yang dilaksanakan oleh bakteri terjadi pada sekum yang banyak mengandung bakteri. Proses fermentasi pada sekum tidak seefektif fermentasi yang terjadi di lambung.

Akibatnya kotoran kuda, kelinci, dan marmut lebih kasar karena proses pencernaan selulosa hanya terjadi satu kali, yakni pada sekum. Sedangkan pada sapi proses pencernaan terjadi dua kali, yakni pada lambung dan sekum yang kedua-duanya dilakukan pencernaan bakteri dan protozoa tertentu.

Pada kelinci dan marmut, kotoran yang telah keluar tubuh seringkali dimakan rumiannsia. Kotoran yang belum tercerna tadi masih mengandung banyak zat makanan, yang akan dicernakan lagi oleh kelinci. Hal itu disebabkan karena makanan herbivora bervolume besar dan proses pencernaannya berat, sedangkan pada karnivora volume makanan kecil dan pencernaan berlangsung dengan cepat.

Usus pada sapi sangat panjang, usus halusnya bisa mencapai 40 meter. Hal itu dipengaruhi oleh makanannya yang sebagian besar terdiri dari serat selulosa. Enzim selulase yang dihasilkan oleh bakteri ini tidak hanya berfungsi untuk mencerna selulosa menjadi asam lemak, tetapi juga dapat menghasilkan bio gas yang berupa CH4 yang dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif. Tidak tertutup kemungkinan bakteri yang ada di sekum akan keluar dari tubuh organisme bersama feses, sehingga di dalam feses tinja hewan yang mengandung bahan organik akan diuraikan dan dapat melepaskan gas CH4 gas bio.

Proses pencernaan makanan pada ternak ruminansia relatif lebih kompleks dibandingkan proses pencernaan pada jenis ternak lainnya. Perut ternak ruminansia dibagi menjadi 4 bagian, yaitu retikulum perut jalarumen perut beludruomasum perut buludan abomasum perut sejati.

Dalam studi fisiologi ternak ruminasia, rumen dan retikulum sering dipandang sebagai organ tunggal dengan sebutan retikulo-rumen. Omasum disebut sebagai perut buku karena tersusun dari lipatan sebanyak sekitar ruminania. Fungsi omasum belum terungkap dengan jelas, tetapi pada organ tersebut terjadi penyerapan air, amonia, asam lemak terbang dan elektrolit. Pada organ ini dilaporkan juga menghasilkan amonia dan mungkin asam lemak terbang Frances dan Siddon, Termasuk organ pencernaan bagian belakang lambung adalah sekum, kolon dan rektum.

  2005 HONDA ACCORD COUPE OWNERS MANUAL PDF

Pada pencernaan bagian belakang tersebut juga terjadi aktivitas fermentasi. Namun belum banyak informasi yang terungkap tentang peranan fermentasi pada organ tersebut, yang terletak setelah organ penyerapan utama. Proses pencernaan pada ternak ruminansia dapat terjadi 6 secara mekanis di mulut, fermentatif oleh mikroba rumen dan secara hidrolis oleh enzim-enzim pencernaan. Pada sistem pencernaan ternak ruminasia terdapat suatu proses yangdisebut memamah biak ruminasi.

Pakan berserat hijauan yang dimakanditahan untuk sementara di dalam rumen. Pada saat hewan beristirahat, pakanyang telah berada dalam rumen dikembalikan ke mulut proses regurgitasi ,untuk dikunyah kembali proses remastikasikemudian pakan ditelan kembali proses redeglutasi.

Selanjutnya pakan tersebut dicerna pencerrnaan oleh enzim-enzimmikroba rumen. Kontraksi retikulorumen yang terkoordinasi dalam rangkaianproses tersebut bermanfaat pula untuk pengadukan digesta inokulasi danpenyerapan nutrien.

Selain itu kontraksi retikulorumen juga bermanfaat untukpergerakan digesta meninggalkan retikulorumen melalui retikulo-omasal orifice Tilman et al. Di dalam rumen terdapat rumibansia mikroba yang cukup banyak jumlahnya. Mikroba rumen dapat dibagi dalam tiga grup utama yaitu bakteri, protozoa danfungi Czerkawski, Kehadiran fungi di dalam rumen diakui sangatbermanfaat bagi pencernaan pakan serat, karena dia membentuk koloni padajaringan selulosa pakan.

SISTEM PENCERNAAN RUMINANSIA Proses Pencernaan Sapi

Rizoid fungi tumbuh jauh menembus dinding seltanaman sehingga pakan lebih terbuka untuk dicerna oleh enzim bakteri rumen. Pencernan rumen dapat diklasifikasikan berdasarkan substrat utama yangdigunakan, karena sulit mengklasifikasikan berdasarkan morfologinya.

Kebalikannya protozoa diklasifikasikan berdasarkan morfologinya sebab mudahdilihat berdasarkan penyebaran silianya. Beberapa jenis bakteri yang dilaporkanoleh Hungate adalah: Protozoa rumen diklasifikasikan menurut morfologinya yaitu: Holotrichs yang mempunyai silia hampir diseluruh tubuhnya dan mencerna karbohidrat yangfermentabel, sedangkan Oligotrichs yang mempunyai silia sekitar mulutumumnya merombak karbohidrat yang lebih sulit dicerna Arora, Ruminannsia rumen terjadi pencernaan secara fermentatif dan pencernaan secara hidrolitik.

Pencernaan fermentatif memerlukan bantuan mikroba dalam mencerna pakan terutama pakan dengan kandungan selulosa dan hemiselulosa yang tinggi.

Sedangkan pencernaan hidrolitik memerlukan bantuan enzim dari sistem pencernaan hewan itu sendiri dalam mencerna pakan.

Potensi jerami sebagai pakan ternak ruminansia | yanuartono | Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan

Lambung pada ternak ruminansia dapat dibagi menjadi empat bagian yaitu: Retikulum Retikulum sering disebut sebagai perut jala atau hardware stomach. Retikulum berbatasan langsung dengan rumen, akan tetapi diantara keduanya tidak ada dinding penyekat. Pembatas diantara retikulum dan rumen yaitu hanya berupa lipatan, sehingga partikel pakan menjadi tercampur.

Rumen Rumen pada sapi dewasa merupakan bagian yang mempunyai proporsi yang tinggi dibandingkan dengan proporsi bagian lainnya. Rumen terletak di rongga abdominal bagian kiri.

Rumen sering disebut juga dengan perut beludru. Hal tersebut dikarenakan pada permukaan rumen terdapat papilla. Pada retikulum dan rumen terjadi pencernaan secara fermentatif, karena pada bagian tersebut terdapat mikroba dengan jumlah bermilyar-milyar.

Omasum Omasum sering juga disebut dengan perut buku, karena permukaannya berbuku-buku.